JAMUR PELAPUK KAYU PDF

Jamur ini memiliki kemampuan unik hingga bisa merusak kayu dengan sangat masif. Waspadai kerusakan parah yang bisa disebabkan jamur pelapuk putih Jamur adalah kelompok organisme yang pastinya sudah familiar bagi mereka yang bekerja di bidang perkayuan. Jamur dikenal sebagai hama. Organisme ini bisa merusak kayu-kayu hingga nilai jualnya turun drastis. Berdasarkan tipe kerusakannya, jamur bisa dibedakan menjadi beberapa kelompok.

Author:Kiganos Mikazahn
Country:Albania
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):3 February 2005
Pages:444
PDF File Size:11.78 Mb
ePub File Size:20.3 Mb
ISBN:449-6-47601-230-8
Downloads:13840
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Maujinn



Arg Sebagai Pendegradasi Lignin. Edy Batara Mulya Siregar, M. S Ketua Nelly Anna S. Hut, M. Si, Ph. Lignin adalah polimer alami dan merupakan komponen yang sangat penting penyusun dinding sel tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jamur pelapuk putih yang terdapat pada proses pelapukan kayu karet, mengukur aktivitas enzim LiP pada jamur pelapuk putih, menentukan isolat jamur yang paling berpotensi untuk proses biopulping.

Sampel kayu karet lapuk diambil dari lahan karet di Arboretum USU. Uji Bavendamm dan uji aktivitas enzim lignolitik menghasilkan tiga genus jamur yaitu Phanerochaete sp1, Phanerochaete sp2, dan Exidia sp. Arg as degrading lignin.

Lignin is a natural polymer and an important compound of plant cell wall constituent. The research objective to get white rot wood in the Rotten Karet Wood, measure the activity of lignin peroxidase at White Rot Fungi, and know the potential of White Rot Fungi for biopulping.

The Bavendamm and lignolitic enzyme activities test found three species of fungus that came from genus Phanerochaete sp1, Phanerochaete sp2, dan Exidia sp. Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada, Dr. Edi Batara Mulya Siregas M. S selaku Komisi Pembimbing yang telah banyak mengarahkan dan memberikan saran kepada penulis dalam menyelesaikan proposal penelitian ini, dan penulis juga ingin mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan sejawat di Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian USU yang selalu memberi semangat kepada penulis.

Penulis masih mengharapkan kritik, saran, dan masukan dari pembaca demi kelancaran penelitian ini. Semoga penelitian ini akan memberi manfaat dan menyumbangkan kemajuan bagi ilmu pengetahuan, khususnya bidang kehutanan.

Hasil uji bavendamm isolat jamur dari kayu karet lapuk Exidia sp Phanerochaete sp Struktur yang kompleks dari lignin dengan berat molekul yang tinggi dan tidak larut dalam air membuat lignin sukar didegradasi Perez et al.

Oleh karena itu, degradasi lignin membutuhkan enzim ekstraseluler yang bekerja secara tidak spesifik. Lignin selain dapat didegradasi oleh beberapa jenis mikroorganisme, juga dapat didegradasi secara kimiawi yaitu dengan penambahan bahan-bahan seperti NaOH, Na2S, Sulfit, Bisulfit, Klorin, Kalsium Hipoklorit, Klorin dioksida, dan Peroksida Widjaja et al. Di alam terdapat tiga kelompok jamur yang dapat menguraikan komponen kayu lignoselulosa yaitu pelapuk cokelat brown rot , pelapuk putih white rot dan pelapuk lunak soft rot.

Pengelompokan jamur pelapuk ini didasarkan pada hasil proses pelapukan. Jamur pelapuk cokelat menghasilkan sisa hasil pelapukan berwarna cokelat sedangkan jamur pelapuk putih menghasilkan sisa hasil pelapukan yang berwarna putih. Ketiga jenis jamur tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Jamur pelapuk putih memiliki kemampuan mendegradasi lignin yang tinggi dengan sedikit mengakibatkan kehilangan selulosa Risdianto et al. Universitas Sumatera Utara Jamur pelapuk putih merupakan mikroorganisme dari kelas Basidiomycetes yang mampu mendegradasi lignin pada proses pelapukan kayu.

Proses degradasi lignin ini dimulai saat jamur pelapuk putih menembus dan membentuk koloni dalam sel kayu, lalu mengeluarkan enzim yang berdifusi melalui lumen dan dinding sel.

Jamur pelapuk putih menyerang komponen lignin dari kayu hingga menyisakan selulosa dan hemiselulosa yang tidak terlalu berpengaruh. Akibatnya, terjadi penurunan kekuatan fisik kayu dan pembengkakan jaringan kayu degradasi lignin akan mengakibatkan kandungan lignin pada kayu berkurang.

Kemampuan mendegradasi lignin jamur pelapuk putih dapat digunakan dalam proses pemutihan pulp kimia. Degradasi lignin oleh jamur pelapuk putih merupakan proses oksidatif. Enzim oksidatif merupakan enzim non-spesifik dan bekerja melalui mediator bukan protein yang berperan dalam degradasi lignin Perez et al.

Adanya enzim ini akan mendegradasi lignin menjadi senyawa yang lebih sederhana Kerem dan Hadar, Sebagian besar proses bioteknologi dalam industri pulp dan kertas menggunakan enzim lignolitik yang terdapat pada fungi pelapuk putih Guiterrez et al, Beberapa jenis fungi pelapuk putih yang dapat digunakan untuk mengatasi rumit dan mahalnya dalam proses pembuatan pulp, yaitu cytopaga sp, Trichoderma sp dan Phanerochaeta sp diketahui dapat mendegradasi lignin dari bahan kayu atau non kayu.

Pembuatan pulp atau yang sering disebut Universitas Sumatera Utara biopulping. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa biopulping relatif lebih unggul dibanding proses kraft karena bersifat ramah lingkungan. Penelitian tentang enzim Lignin Peroksidase LiP yang dihasilkan oleh jamur pelapuk putih belum banyak dilakukan terutama pada tanaman karet, maka penelitian ini perlu dilakukan untuk dapat mengetahui potensi enzim LiP agar dapat memanfaatkan jamur pelapuk putih misalnya dalam proses biopulping.

Tujuan Penelitian Tujuan penelitian adalah 1. Untuk mendapatkan jamur pelapuk putih yang terdapat pada proses pelapukan kayu karet. Untuk mengukur aktivitas enzim LiP pada jamur pelapuk putih yang diperoleh. Untuk menentukan isolat jamur yang paling berpotensi untuk proses biopulping.

Manfaat Penelitian Penelitian ini berguna untuk memperoleh isolat jamur yang dapat dimanfaatkan sebagai pendegradasi lignin serta berpotensi dalam proses biopulping. Fungi dan bakteri adalah sumber kerugian utama pada produksi kayu dan penggunaannya. Pelapukan adalah tipe utama kerusakan kayu yang disebabkan oleh fungi. Pelapukan pada dasarnya adalah hasil dari aktivitas fungi. Proses aktivitas fungi menyebabkan perubahan warna dan sifat fisika dan kimia.

Hanya fungi kelompok tertentu yang memiliki kemampuan enzimatik sehingga menyebabkan pelapukan. Pelapukan mengakibatkan perubahan drastis pada kekuatan kayu dan mengakibatkan kehancuran Zabel, Enzim yang berperan dalam proses degradasi adalah enzim ekstraseluler. Fungi yang hidup pada bahan lignoselulosa mengeluarkan enzim yang dapat mendegradasi bahan tersebut sebagai nutrisinya. Bahan lignoselulosa yang terdiri atas selulosa, hemiselulosa dan lignin merupakan bahan polimer sehingga enzim yang disekresikan fungi akan mengubah bahan lignoselulosa menjadi monomernya agar mudah masuk kedalam sel.

Lignolitik berhubungan dengan produksi enzim ekstraseluler pendegradasi lignin yang dihasilkan oleh fungi pelapuk putih. Lignin Lignin adalah suatu polimer yang terdiri dari unit-unit fenilpropana dengan sedikit ikatan yang dapat dihidrolisis Artiningsih, Lignin merupakan Universitas Sumatera Utara polimer dengan struktur aromatik dan mempunyai bentuk kompleks tiga dimensi yang tersusun dari unit fenilpropana, dengan struktur aromatik yang terbentuk melalui unit-unit fenilpropana Sjorberg, Lignin merupakan senyawa kimia yang umumnya diperoleh pada kayu dan merupakan bagian integral dari dinding sel tumbuhan.

Lignin adalah bahan polimer alam terbanyak kedua setelah selulosa. Lignin merupakan polimer yang sukar larut dalam asam dan basa kuat dan sulit terdegradasi secara kimiawi maupun secara enzimatis. Lignin pada kayu terdapat pada lamela tengah antara selulosa , hemiselulosa, dan pektin yang berfungsi sebagai perekat atau penguat dinding sel.

Lignin berperan sangat penting bagi tumbuhan sebagai pengangkut air, nutrisi, dan metabolis dalam sel tumbuhan. Lignin sulit didegradasi karena strukturnya yang kompleks dan heterogen yang berikatan dengan selulosa dan hemiselulosa dalam jaringan tanaman. Lebih dari 30 persen tanaman tersusun atas lignin yang memberikan bentuk yang kokoh dan memberikan proteksi terhadap serangga dan patogen Orth et al. Disamping memberikan bentuk yang kokoh terhadap tanaman, lignin juga membentuk ikatan yang kuat dengan polisakarida yang melindungi polisakarida dari degradasi mikroba dan membentuk struktur lignoselulosa.

Lignin memiliki komponen struktural yang memberikan sifat kekakuan dan kekuatan pada kayu sehingga lignin mempunyai peran yang besar terhadap sifat mekanik kayu.

Lignin dapat memperkuat jaringan pengangkut dan membantu transportasi air dan secara fisik bekerja sama dengan xylem Makela, Disamping memberikan bentuk yang kokoh terhadap tanaman, lignin juga membentuk ikatan yang kuat dengan polisakarida yang melindungi polisakarida Universitas Sumatera Utara dari degradasi mikroba dan membentuk struktur lignoselulosa Suparjo, Lignin terbentuk dari gugus aromatik yang saling dihubungkan dengan rantai alifatik, terdiri atas buah karbon.

Lignin membentuk ikatan kovalen dengan polisakarida-polisakarida yang lain. Unit fenil propana terikat satu sama lain dengan ikatan eter dan ikatan C-C, dengan persentasi ikatan eter lebih banyak Sigit, Satuan Penyusun Fenilpropana Steffen, Struktur lignin pada kayu daun lebar memiliki komposisi yang lebih kompleks dibandingkan kayu daun jarum.

Jenis kayu daun lebar disusun oleh unit siringil dan guaiasil dengan perbandingan tertentu, sedangkan lignin kayu daun jarum didominasi oleh unit guaiasil dengan sedikit tambahan p-hidroksiphenil Agustina, Polimer alam kedua ini sangat melimpah dan membentuk 15 sampai 30 persen dinding sel kayu dari gymnospermae softwood dan angiospermae hardwood. Lignin yang terdapat pada dinding sel, mendukung bentuk struktural, impermeabilitas, pertahanan terhadap mikroba dan oksidative stress.

Secara struktural, lignin memiliki bentuk heteropolimer yang amorf, tidak larut dalam air dan terdiri atas 3 jenis fenilpropana yaitu coniferyl alcohol guaiacyl propanol , coumaryl alcohol p-hydroxyphenylpropanol , and sinapyl alcohol syringyl propanol. Coniferyl alcohol adalah komponen utama dari softwood lignin, sementara, guaiacyl and syringyl alcohols konstituen utama dari hardwood lignin Perez et al.

Universitas Sumatera Utara Degradasi Lignin Degradasi lignin adalah tahap perubahan karbon dari lingkungan. Di alam, terjadi degradasi tanaman yang telah mati oleh mikroorganisme saprofit. Meskipun pengendalian terhadap mikroorganisme telah banyak dilakukan namun masih banyak mikroorganisme yang dapat mendegradasi lignin dengan menggunakan sistem enzimatik.

Degradasi lignin akan mengakibatkan kandungan lignin pada kayu berkurang. Jamur pelapuk lignin adalah jamur yang mampu merombak selulosa dan lignin yang dikenal sebagai jamur pelapuk putih. Percobaan Siagian et al. Jamur Pelapuk Putih Jamur pelapuk putih dari kelas Basidiomycetes, merupakan organisme yang bekerja efisien dan efektif dalam proses degradasi lignin. Jamur ini menyerang komponen lignin dari kayu hingga menyisakan selulosa dan hemiselulosa yang tidak terlalu berpengaruh.

Akibatnya, terjadi penurunan kekuatan fisik kayu dan pembengkakan jaringan kayu Sigit, Jamur pelapuk putih merupakan kelompok jamur yang dikenal menghasilkan enzim ligninolitik mendegradasi lignin untuk secara mendapatkan ekstraseluler hara yang sehingga diperlukan mampu untuk pertumbuhannya.

Jamur yang paling efisien dalam mendegradasi lignin dalam tanah ialah Abortiporus biennis, Bjerkandera adusta, Dichomitus squalens, Universitas Sumatera Utara P. Jamur P. Jamur ini juga dapat mendegradasi polimer selulosa dan hemiselulosa Suparjo, Jamur pelapuk putih dari kelas Basidiomycetes merupakan organisme yang bekerja efisien dan efektif dalam proses degradasi lignin. Fungi pelapuk umumnya berfungsi sebagai pembuka jalan pelapukan lain oleh mikroba yang lebih rendah tingkatannya seperti bakteri.

Pada umumnya fungi yang sangat berperan dalam pendegradasi kayu adalah fungi pelapuk putih white rot fungi dan fungi pelapuk coklat brown rot fungi , dan keduanya sebagian besar tergolong Basidiomycetes. Fungi pelapuk putih mempunyai peran utama dalam mendegradasi komponen lignin, sedangkan fungi pelapuk coklat banyak mendegradasi selulosa dan hemiselulosa daripada lignin Prasetya, Enzim Pendegradasi Lignin Degradasi lignin oleh jamur pelapuk putih merupakan proses oksidatif.

Semua enzim pada awalnya dihasilkan di dalam sel, akan tetapi beberapa enzim dapat diekskresikan melalui dinding sel dan dapat berfungsi di luar sel.

HP8753C MANUAL PDF

Mengenal Jamur Pelapuk Putih yang Bisa Sebabkan Kerugian Besar

.

SALOK BHAGAT KABIR JI PDF

.

Related Articles