ESTERIFIKASI ETIL ASETAT PDF

Reaksi pembentukan ester disebut esterifikasi. Ester yang sering digunakan adalah etil asetat. Etil etanoat merupakan senyawa organik berwujud cair, tidak berwarna dan titik didih C. Esterifikasi pada dasarnya adalah reaksi yang bersifat reversibel dapat balik karena ketika asam karboksilat asam asetat dan alkohol dipanaskan untuk bereaksi maka akan terjadi reaksi kesetimbangan antara ester dan air, artinya bahwa ester dan air yang terbentuk dapat kembali menghasilkan reaktan-reaktannya yaitu asam asetat dan alkohol. Oleh karena itu, untuk memperoleh hasil reaksi yang banyak maka diusahakan agar reaksi cenderung bergeser ke arah produk yaitu dengan cara reaktan dibuat berlebih yang dalam percobaan ini alkohol dibuat berlebih ketika direaksikan dengan asam asetat.

Author:Neshakar Faelkis
Country:Monaco
Language:English (Spanish)
Genre:Literature
Published (Last):19 April 2016
Pages:261
PDF File Size:7.3 Mb
ePub File Size:8.63 Mb
ISBN:920-3-80703-221-7
Downloads:33179
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Gujora



Prinsip percobaan adalah suatu asam karboksilat yang direaksikan dengan senyawa alkohol dalam suasana asam, akan menghasilkan suatu ester dan H20 yang dipisahkan dengan cara destilasi. Percobaan yang dilakukan yaitu dengan mereaksikan etanol dengan asam asetat glasial, yang ditambahkan katalis H2SO4, kemudian direfluks dan didestilasi pada suhu C yang menghasikan 2 lapisan dengan 1 ml air.

Hasilnya ditambahkan dengan Na2CO3 yang kemudian dituang melalui corong yang dilapisi kertas saring, dipisahkan bagian bawahnya dan ditambah 15 ml air es.

Diulangi untuk sisanya dengan CaCl2, sehingga didapat suhu pada saat tetesan destilasi akhir yaitu C dengan volumenya 19 ml. Ester dapat dibentuk dengan reaksi langsung antara suatu asma karboksilat dengan suatu alkohol, suatu reaksi yang disebut dengan reakdi esterifikasi.

Esterifikasi berkataliskan asam dan merupakan reaksi yang reversibel. Laju esterifikasi suatu asam karboksilat bergantung terutama pada halangan sterik dalam alkohol dan asam karboksilatnya. Kuat dari asam karboksilat hanya memainkan peranan kecil dalam laju pembentukan ester. Suatu asam alkanoat dengan suatu alkohol bila dicampur akan mengadakan antar reaksi yang menghasilkan ester dalam bentuk reaksi kesetimbangan.

Pembentukan senyawa ester dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu : 1. Esterifikasi, yaitu reksi pembentukan ester antara asam karboksilat dengan bantuan katalis asam 2. Transesterifikasi, pada dasarnya merupakan perubahan suatu senyawa ester yang baru. Reaksi ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu : Interesterifikasi, yaitu reaksi esterifikasi antara ester dengan membentuk ester yang baru.

Interesterifikasi banyak digunakan dalam industri lipida untuk mengubah lipida yang kandungan asam lemaknya tinggi sehingga dapat dimakan melalui reaksi interesterifikasi antara lipida padat dalam hal ini lemak dengan lipida cair minyak. Alkoholisis, merupakan reaksi antara ester dengan alkohol untuk membentuk ester yang baru. Pada industri oleokimia reaksi transesterifikasi secara alkoholisis ini paling luas digunakan, seperti dalam pembentukan metil ester asam lemak ataupun dalam pembentukan monogliserida dan diglisarida.

Asidolisis, merupakan reaksi antara ester dengan asam lemak untuk menghasilkan ester baru. Dalam reaksi ini dapat saja direaksikan dengan asam lemak rantai panjang menengah C8-C12 secara ezimatis untuk mendapatkan lemak berantai menengah yang dikenal sebagai medium chain trialiseride MCT. Senyawa yang dianggap diturunkan dari asam karboksilat dengan menggunakan hidrogen dari gugus hidroksilnya dengan suatu gugus hidrokarbon disebut ester.

Ester mengalami hidrolisis asam karboksilat dan alkohol. Suatu ester dapat dibentuk dengan reaksi langsung antara suatu asam karboksilat dengan suatu alkohol suatu reaksi yang disebut dengan reaksi esterifikasi.

Esterifikasi berkataliskan asam dan merupakan reaksi reversible Fessenden, Ester adalah senyawa- senyawa hasil reaksi asam karboksilat dengan alkohol. Reaksi pembentukan ester disebut esterifikasi pengesteran Zat-zat pengharum essen yang terkandung dalam tumbuh-tumbuhan tidak lain adalah ester. Pada buah-buahan keharumannya tergantung dari ester yang terkandung di dalamnya.

Gugus fungsional asam karboksilat adalah gugus karboksil, yang hidrogennya bersifat asam lemah Halim, Ester mengalami hidroksil asam karboksilat dan alkohol, misalnya hidrolisis etil asetat yang menghasilkan asam asetat dan entanol.

Ester sering yang digunakan adalah etil asetat, biasanya digunakan sebagai pelarut cat atau cat kuku maupun perekat Hedricson,

HANDCUFFS BY BETHANY GRIFFIN PDF

LAPORAN PRAKTIKUMPEMBUATAN ETIL ASETAT (ETIL ETANOAT)

Sifat sifat kimia yang dimiliki oleh ester adalah : 1. Pada umumnya mempunyai bau yang harum, menyerupai bau buah-buahan 2. Senyawa ester pada umumnya sedikit larut dalam air 3. Ester lebih mudah menguap dibandingkan dengan asam atau alkohol pembentuknya 4. Ester merupakan senyawa karbon yang netral 5.

GIDDENS UN MUNDO DESBOCADO PDF

Macam Reaksi Esterifikasi dan Contohnya

Prinsip percobaan adalah suatu asam karboksilat yang direaksikan dengan senyawa alkohol dalam suasana asam, akan menghasilkan suatu ester dan H20 yang dipisahkan dengan cara destilasi. Percobaan yang dilakukan yaitu dengan mereaksikan etanol dengan asam asetat glasial, yang ditambahkan katalis H2SO4, kemudian direfluks dan didestilasi pada suhu C yang menghasikan 2 lapisan dengan 1 ml air. Hasilnya ditambahkan dengan Na2CO3 yang kemudian dituang melalui corong yang dilapisi kertas saring, dipisahkan bagian bawahnya dan ditambah 15 ml air es. Diulangi untuk sisanya dengan CaCl2, sehingga didapat suhu pada saat tetesan destilasi akhir yaitu C dengan volumenya 19 ml. Ester dapat dibentuk dengan reaksi langsung antara suatu asma karboksilat dengan suatu alkohol, suatu reaksi yang disebut dengan reakdi esterifikasi. Esterifikasi berkataliskan asam dan merupakan reaksi yang reversibel. Laju esterifikasi suatu asam karboksilat bergantung terutama pada halangan sterik dalam alkohol dan asam karboksilatnya.

Related Articles