ASKEP MORBILI PADA ANAK PDF

Mengetahui manifestasi klinis dari Morbili d. Mengetahui cara penularan dari Morbili e. Mengetahui patofisiologi terjadinya Morbili g. Mengetahui pemeriksaan penunjang untuk Morbili h.

Author:Kalkree Toramar
Country:Equatorial Guinea
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):11 September 2015
Pages:262
PDF File Size:15.73 Mb
ePub File Size:18.55 Mb
ISBN:373-1-99576-677-5
Downloads:19373
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Voshicage



B Nama Ibu : Ny. Prenatal : ibu mengatakan pada waktu hamil mengalami mual,muntah dan badan terasa lemas. Intranatal : Ibu mengatakan pada saat melahirkan perdarahan masih dalam batas normal. Penyakit waktu kecil : Demam, flu, batuk b. Obat - obatan yang pernah digunakan : Bodrexin, paracetamol d. Tindakan Operasi : Tidak pernah operasi. Alergi : Tidak ada alergi f. Kecelakaan : Tidak mengalami kecelakaan g. Imunisasi : Imunisasi Dasar Lengkap 5.

Yang mengasuh : Kedua orang tua dan pengasuhnya b. Hubungan dengan anggota keluarga : Baik, banyak keluarga yang mengunjunginya saat dia sakit. Hubungan dengan teman sebaya : Kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Pembawaan secara umum : Anak sangat aktif e.

Lingkungan rumah : Daerah sekitar rumah bersih 6. Makanan yang disukai : Ayam goreng, mie goring, sup ayam. Alat makan yang dipakai : Menggunakan sendok dan piring c. Pola makan : Pola makan belom teratur, sering minta makan diluar jam makan. Kebiasaan tidur : Selain tidur malam setiap hari tidur siang tetapi belom teratur. Mandi : 2 x sehari. Eliminasi : Rutin, 1 x sehari 7. Diagnosa Medis : Morbili b. Tindakan Operasi : Tidak ada tindakan operasi c.

Status Nutrisi : Nafsu makan anaka menurun, hanya menghabiskan 4 sendok bubur setiap kali makan. Status Cairan : Cairan Infus Ring as 10 tpm e. Keadaan Umum : Compos mentis b. Tengkuk : Normal tidak ada kelainan h. Dada : Normal tidak ada kelainan i. Jantung : Dalam batas normal j. Genetalia : Tidak ada kelainan pada genetalia k. Ekstreamitas : Tidak ada kelainan l. Kulit : banyak bintiki merah pada kulit Rush 9. Kemandirian dan Pergaulan : Anak bergantung pada orangtuanya b.

Motorik Halus : Menggambar dan memegang pensil Tidak ada kelainan c. Motorik Kasar : Mulai berlari, bermain, lompat-lompatan Tidak ada kelainan Gangguan integritas kulit b.

Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b. Gangguan rasa nyaman : peningkatan suhu tubuh b. Pertahankan kuku 1. Untuk mencegah b. Pasien tidak 2. Berikan obat anti 2. Agar tidak merasakan merasakan gatal dan pruritus topical, dan gatal dan sakit pada kulit nyaman dengan anestesi topical. Mandikan anak 3. Untuk mencegah infeksi. Rush pada kulit dengan berkurang. Agar tidak merasakan 4. Kolaborasi gatal dan sakit pada kulit. Berikan banyak 1. Untuk mengkompensasi kurang dari kebutuhan b.

Dengan Kriteria Hasil: 2. Untuk memenuhi 1. BB meningkat. Nafsu makan cairan bernutrisi. Berikan susu porsi meningkat dapat sedikit tapi sering menghabiskan 1 porsi 3. Untuk memudahkan susu dibuat encer untuk anak. Berikan makanan makanan. Jumat, Gangguan rasa nyaman : Setelah dilakukan tindakan 1. Libatkan keluarga 1. Agar keluarga lebih peningkatan suhu tubuh b. Untuk membantu dalam tubuh. Suhu tubuh 36,5- 2. Berikan kompres penurunan suhu tubuh 37,5oC. Nadi Normal 3. Badan tidak terasa selimut harus diubah 3.

Pantau suhu panas. Akral normal. Untuk mengetahui linen tempat tidur perubahan suhu dan sesuai indikasi. Monitor perubahan selanjutnya. Mempertahankan kuku anak tetap pendek, S : Pasien mengatakan rasa gatalnya rush erupsi kulit menjelaskan pada anak untuk tidak masih ada menggaruk rush, O : Ditandai dengan jarangnya 2.

Memberikan obat anti pruritus topical, dan pasien menggaruk kulit anestesi topical. A : Masalah belum teratasi 3. Memandikan anak dengan mengguankan P : Lanjutkan intervensi sabun yang tidak perih. Mempertahankan kuku anak 4. Memberikan kolaborasi obat antihistamin tetap pendek, menjelaskan pada anak untuk tidak menggaruk rush, 2. Memberikan obat anti pruritus topical, dan anestesi topical. Memandikan anak dengan mengguankan sabun yang tidak perih.

Memberikan banyak minum sari buah- S : Ibu pasien mengatakan anaknya dari kebutuhan b. Memberikan susu porsi sedikit tapi sering mulutnya sewaktu makan susu dibuat encer dan tidak terlalu manis.

O : Ditandai dengan kurang nafsu 3. Memberikan makanan lunak, misalnya bubur makan pada anak yang memakai kuah, dengan porsi sedikit A : Masalah belum teratasi tetapi dengan kuantitas yang sering. P : Lanjutkan Intervensi 1. Memberikan banyak minum sari buah-buahan, sirup yang tidak memakai es. Memberikan susu porsi sedikit tapi sering susu dibuat encer dan tidak terlalu manis.

Memberikan makanan lunak, misalnya bubur yang memakai kuah, dengan porsi sedikit tetapi dengan kuantitas yang sering. Melibatkan keluarga dalam perawatan serta S : Ibu pasien mengatakan badannya peningkatan suhu tubuh b. Memberikan kompres hangat O : Ditandai dengan pengukuran 3.

Memantau suhu lingkungan, batasi atau suhu tubuh normal 37oC tambahkan linen tempat tidur sesuai indikasi. A : Masalah teratasi 4.

Memoonitor perubahan suhu tubuh. Mempertahankan kuku anak tetap pendek, S : Ibu pasien mengatakan rasa rush erupsi kulit menjelaskan pada anak untuk tidak gatalnya berkurang menggaruk rush, O : Ditandai dengan jarangnya anak 2.

Memberikan obat anti pruritus topical, dan menggaruk kulit anestesi topical. A : Masalah teratasi sebagian 3.

Memberikan obat anti 4. Memberikan kolaborasi obat antihistamin pruritus topical, dan anestesi topical. O : ditandai dengan meningkatnya 3.

Memberikan makanan lunak, misalnya bubur nafsu makan pada anak dan lidah yang memakai kuah, dengan porsi sedikit terlihat bersih tetapi dengan kuantitas yang sering. A : Masalah teratasi sebagian P : Lanjutkan Intervensi 1.

Memberikan obat anti pruritus topical, dan S : Ibu pasien mengatakan rasa rush erupsi kulit anestesi topical. Memberikan kolaborasi obat antihistamin O : Ditandai dengan pasien tenang

CARETTI FORCED BRIDE PDF

“ Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Penyakit Morbili (campak)“

Stadium kataral prodormal Stadium prodormal berlangsung selama hari ditandai oleh demam ringa hingga sedang, batuk kering ringan, coryza, fotofobia dan konjungtivitis. Menjelang akhir stadium kataral dan 24 jam sebelum timbul enantema, timbul bercak koplik yang patognomonik bagi morbili, tetapi sangat jarang dijumpai. Bercak koplik berwarna putih kelabu, sebesar ujung jarum dan dikelilingi oleh eritema. Lokalisasinya dimukosa bukalis berhadapandengan molar dibawah, tetapi dapat menyebar tidak teratur mengenai seluruh permukaan pipi.

FLUKE 8025A PDF

MAKALAH ASKEP ANAK DENGAN MORBILI

Ensefalitis Subakut sklerosing panensefalitis Malnutrisi merupakan komplikasi yang tidak boleh dipandang enteng. Malnutrisi dan campak membentuk suatu lingkaran setan. Malnutrisi memudahkan terjadinya sekaligus memperberat campak, sedangkan campak akan menyebabkan penderita mengalami malnutrisi. Campak dapat menyebabkan hal tersebut karena: Penderita terutama anak malas makan akibat mulut sakit akibat stomatitis Diare menyebabkan turunnya kemampuan penyerapan makanan Demam meningkatkan metabolisme tubuh sehingga energi yang didapat dari makanan akan terbuang Ensefalitis infeksi otak terjadi pada 1 dari sampai kasus, ditandai dengan demam tinggi, kejang dan koma. Hal ini biasanya terjadi antara 2 hari sampai 3 minggu setelah ruam muncul. Ensefalitis biasanya berlangsung singkat dan sembuh dalam waktu satu minggu, tapi kadang-kadang bisa berkepanjangan dan mengakibatkan terjadinya kerusakan otak yang serius bahkan kematian.

Related Articles