ASKEP ASFIKSIA NEONATORUM PDF

Kehidupan pada masa neonatus ini sangat rawan oleh karena memerlukan penyesuaian fisiologik agar bayi di luar kandungan dapat hidup sebaik-baiknya. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka kesakitan dan angka kematian neonatus. Peralihan dari kehidupan intrauterin ke ekstrauterin memerlukan berbagai perubahan biokimia dan faali. Asfiksia neonatus adalah keadaan bayi baru lahir yang tidak dapat bernafas secara spontan dan teratur dalam satu menit setelah lahir Mansjoer, Penilaian bayi pada kelahiran adalah untuk mengetahui derajat vitalitas fungsi tubuh.

Author:Faura Vugor
Country:Uruguay
Language:English (Spanish)
Genre:Politics
Published (Last):18 May 2015
Pages:404
PDF File Size:2.85 Mb
ePub File Size:7.26 Mb
ISBN:870-4-66307-699-8
Downloads:84478
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Faeramar



Latar Belakang Kelahiran merupakan hal yang sangat membahagiakan bagi seorang ibu. Anak yang lahir dengan kondisi sehat adalah harapan semua wanita. Tetapi tidak semua wanita melahirkan secara normal serta mendapatkan bayi yang sehat.

Terdapat berbagai komplikasi yang terjadi pada saat persalinan. Dalam hal ini yang paling sering ditemukan adalah kasus asfiksia neonatorum atau asfiksia pada bayi baru lahir.

Faktor-faktor predisposisi pada asfiksia bayi baru lahir antara lain karena persalinan tindakan ekstraksi forceps, vacuum ekstraksi, dan seksio sesarea dengan berbagai komplikainya yang bersifat depresi terhadap pernafasan bayi baru lahir, hipertensi dan preeklamsia pada ibu, solusio plasenta, maupun kompresi tali pusat bayi,sementara itu proses kelahiran sendiri selalu menimbulkan asfiksia ringan yang bersifat sementara pada bayi asfiksia transien.

Dampak asfiksia yang tidak tertangani dengan cepat dan baik dapat menyebabkan kematian bayi baru lahir Hasan Ed. Untuk menurunkan kematian BBL karena asfiksia, persalinan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan dan ketrampilan manajemen asfiksia pada BBL. Kemampuan dan ketrampilan ini digunakan setiap kali menolong persalinan. Oleh karena itu dalam makalah ini akan kami bahas mengenai asfiksia neonatorum serta penatalaksanaan pada kasus asfiksia neonatorum. Tujuan Penulisan Mahasiswa mampu memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan asfiksia.

Tujuan Khusus a. Mahasiswa mampu melakukan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan kasus asfiksia neonatorum.

Manfaat Setelah mempelajari, memahami dan menggunakan manajemen kebidanan ini Mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan teori yang telah didapat dengan kasus yang ada di lapangan untuk memberikan pelayanan yang bermutu sehingga dapat mendukung peran, tugas dan tanggung jawab bidan. Asfiksia Neonatorum adalah keadaan bayi yang tidak dapat bernafas spontan dan teratur, sehingga dapat menurunkan O2 dan makin meningkatkan CO2 yang menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut Manuaba, : Asfiksia Neonatorum adalah suatu keadaan pada bayi baru lahir yang mengalami gagal nafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir, sehingga bayi tidak dapat memasukkan oksigen dan tidak dapat mengeluarkan zat asam arang dari tubuhnya Dewi, : Etiologi Pada janin kegagalan pernafasan disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut : 1.

Gangguan sirkulasi dari ibu ke janin, diantaranya disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut : a. Gangguan aliran pada tali pusat, hal ini biasanya berhubungan dengan adanya lilitan tali pusat, simpul pada tali pusat, tekanan yang kuat pada tali pusat, ketuban telah pecah yang menyebabkan tali pusat menumbung, dan kehamilan lebih bulan post term.

Adanya pengaruh obat, misalnya pada tindakan SC yang menggunakan narkosa. Faktor dari ibu selama kehamilan meliputi : a. Gangguan his, misalnya karena atonia uteri yang dapat menyebabkan hipertoni b. Adanya perdarahan pada plasenta previa dan solution plasenta yang dapat menyebabkan turunnya tekanan darah secara mendadak.

Vasokonstriksi arterial pada kasus hipertensi kehamilan dan pre eklampsia dan eklampsia. Kasus solution plasenta yang dapat menyebabkan gangguan pertukaran gas oksigen dan zat asam arang. Dewi, : Towell mengajukan penyebab kegagalan pernafasan pada bayi baru lahir yaitu : 1.

Faktor ibu a. Hipoksia ibu, dapat terjadi karena hipoventilisasi akibat pemberian obat analgetika atau anastesia dalam sehingga akan menimbulkan hipoksia janin dengan segala akibatnya b. Gangguan aliran darah uterus. Menguranginya aliran darah pada uterus akan menyebabkan kekurangan pengaliran O2 ke plasenta dan janin. Faktor plasenta Pertukaran gas antara ibu dan janin dipengaruhi oleh luas dan kondisi plasenta. Asfiksia janin atas terjadi bila terdapat gangguan mendadak pada plasenta, misalnya solusi plasenta, perdarahan plsenta dan plasenta previa.

Faktor fetus Kompresi umbilikus akan mengakibatkan terganggunya aliran darah dalam pembuluh darah umbilicus dan menghambat pertukaran gas antara ibu dan janin. Gangguan aliran darah ii dapat ditemukan pada keadaan tali pusat menumbug, tali pusat melilit leher, kompresi tali pusat antara janin dan jalan lahir 4. Faktor neonates Depresi pusat pernafasan pada bayi baru lahir yang dapat terjadi beberapa hal yaitu : a.

Pemakaian alat anastesi analgetika yang berlebihan pada ibu b. Trauma yang terjadio pada persalinan perdarahan intracranial c. Dewi, : C. Klasifikasi dan Tanda Gejala Klinis Tanda dan gejala asfiksia neonatorum pada masing — masing klasifikasi berbeda, diantaranya : 1. Asfiksia berat nilai APGAR Score 0 — 3 Pada kasus asfiksia berat, bayi akan mengalami asidosis, sehingga memerlukan perbaikan dan resusitasi aktif dengan segera.

Tanda dan gejala yang muncul pada asfiksia berat adalah sebagai berikut : a. Tidak ada usaha nafas c. Tonus otot lemah bahkan hampir tidak ada d. Reflex terhadap rangsangan kurang bahkan tidak ada e.

Warna kulit bayi pucat atau kelabu f. Terjadi kekurangan oksigen yang berlanjut sebelum atau sesudah persalinan 2. Frekuensi jantung menurun menjadi 60 — kali per menit b.

Usaha nafas lambat c. Tonus otot kurang baik d. Bayi masih bisa bereaksi terhadap rangsang e. Bayi tampak sianosis f. Tidak terjadi kekurangan oksigen yang bermakna selama proses persalinan 3. Takipnea dengan nafas lebih dari 60 kali per menit b. Bayi tampak sianosis.

COURS HACHEUR PDF

ASUHAN KEPERAWATAN (ASKEP) ASFIKSIA NEONATORUM

Latar Belakang Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal merupakan salah satu unsur penentu status kesehatan neonatal. Pelayanan kesehatan neonatal dimulai sebelum bayi dilahirkan, melalui pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil. Pertumbuhan dan perkembangan bayi periode neonatal merupakan periode yang paling kritis karena dapat menyebabkan kesakitan dan kematian bayi Saifudin, Menurut Wibawa , faktor yang berhubungan terjadinya asfiksia adalah faktor ibu dan faktor janin.

74LS02 PDF

Laporan Pendahuluan Asfiksia Neonatorum

Definisi Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang mengalami kegagalan bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Etiologi Dan Faktor Predisposisi Hipoksia janin yang menyebabkan asfiksia neonatorum terjadi karena gangguan pertukaran gas transport O2 dari ibu ke janin sehingga terdapat gangguan dalam persediaan O2 dan dalam menghilangkan CO2. Gangguan ini dapat berlangsung secara menahun akibat kondisi atau kelainan pada ibu selama kehamilan, atau secara mendadak karena hal-hal yang diderita ibu dalam persalinan. Gangguan menahun dalam kehamilan dapat berupa gizi ibu yang buruk, penyakit menahun seperti anemia, hipertensi, jantung dll. Sedangkan faktor dari pihak ibu adalah gangguan his misalnya hipertonia dan tetani, hipotensi mendadak pada ibu karena perdarahan, hipertensi pada eklamsia, ganguan mendadak pada plasenta seperti solusio plasenta. Towel mengajukan penggolongan penyebab kegagalan pernapasan pada bayi terdiri dari : 1. Faktor ibu a.

INCOME TAX READY RECKONER 2013-14 PDF

Asuhan Keperawatan (ASKEP) Asfiksia

Asfiksia Neonatotum adalah keadaan dimana bayi baru lahir yang tidak dapat bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia akan bertambah buruk apabila penanganan bayi tidak dilakukan dengan sempurna, sehingga tindakan perawatan dilaksanakan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan mengatasi gejala lanjut yang mungkin timbul. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, beberapa faktor perlu dipertimbangkan dalam menghadapi bayi dengan asfiksia. Ada beberapa faktor etiologi dan predisposisi terjadinya asfiksiaa, antara lain sebagai berikut: a. Faktor Ibu Hipoksia ibu akan menimbulkan hipoksia janin dengan segala akibatnya.

Related Articles